j

Sederhana saja

Tuesday, December 10, 2013 | Irwan_Koq

"Apa sih rencana hidup kamu ?", tanya seorang teman kepadaku. Aku hanya tersenyum kecil, karena aku sebenarnya tak punya rencana apa-apa. Aku sudah bekerja pada sebuah perusahaan, gajinya lumayan untuk seorang bujangan sepertiku. Aku bisa menabung, membeli pakaian, celana, yang dulu biasa dibelikan oleh ibuku. Sekarang aku bisa beli sendiri. Tak banyak keperluanku tiap bulan, makanya aku bisa menabung lebih banyak dari tahun-tahun kemarin.

"Kamu kuliah ngejar apa sih ?", aku balik bertanya kepada temanku. Dia menjawab "mengejar ilmu". Demi ilmu yang dia kejar itu, dia berangkat pagi dan pulang malam, terkadang sampai larut. Mulai terfikir olehku, adakah cara lain untuk mengejar ilmu ?!. Itu menjadi kekhawatiran tersendiri buatku, apalagi dia seorang perempuan. Selain kuliah, dia juga disibukkan dengan pekerjaannya. Sepulang kerja dia langsung berangkat kuliah, hari sabtu dan minggu pun kuliah, sampai larut malam. Sungguh beban yang terlalu berat untuk seorang wanita.


"Jangan malam-malam pulangnya!", pintaku padanya. Sambil kusiratkan kekhawatiranku.
"Iyah terus gimana lagi?!, emang pulangnya jam segini.
Hemm..

Mungkin fenomena ini bukan hanya terjadi pada temanku saja. Pernah aku lihat seorang mahasiswi sambil menenteng buku di dada, turun dari bis kota, jam 9 malam, dan sendirian. Kupikir harusnya dia sudah di rumahnya selepas maghrib. Ini membuatku khawatir akan "sesuatu". Sesuatu yang lebih luas.

Temanku bertanya lagi tentang rencana hidupku. Sebenarnya, di kepalaku tak ada rencana apa-apa. Aku hanya ingin hidup sederhana saja, secukupnya saja, toh hidup tak selamanya. Rumah kecil gak apa-apa, yang penting milikku sendiri. Penghasilan kecil tak apa, toh penghasilan besar pun gak bisa dinikmati semua.  Aku ingin hidup santai, tak banyak tekanan, tak banyak kesibukan. Tetapi sepertinya di zaman sekarang sudah sangat sulit, bahkan untuk hidup sederhana seperti itu pun.

Aku mulai memperhatikan orang-orang. Orang yang sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan tempatku bekerja. Kupikir apa nantinya aku akan menjadi seperti mereka?!. Hidup hanya di isi oleh pekerjaan yang tak kunjung habis. Aaah, kalau iya itu sangat membosankan. Aku hanya ingin sederhana saja.

Adakah cara hidup yang lebih baik?!
Bagaimanakah cara manudia hidup 1000 tahun yang lalu?!
Pasti tidak seperti kita, orang bilang zaman sudah maju, peradaban sudah maju. Aku fikir, kita mungkin hidup di zaman yang berbeda, tapi kita berpijak di bumi yang sama, kenapa harus berbeda?!

Tags: , | 0 comments

0 comments:

Post a Comment