Bidadari Surga, Ainul Mardiyah
Sunday, July 24, 2011 | Irwan_Koq
Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka”Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:”Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?” “Ya, benar, anak muda” kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:”Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga.”
Tags: Ilmu | 0 comments
Bidadari Surga Mengalihkan Pandanganku
Sunday, June 26, 2011 | Irwan_Koq
Harumnya Bidadari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kecantikan Fisik
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rombongan yang pertama masuk surga adalah dengan wajah bercahaya bak rembulan di malam purnama. Rombongan berikutnya adalah dengan wajah bercahaya seperti bintang-bintang yang berkemilau di langit. Masing-masing orang di antara mereka mempunyai dua istri, dimana sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik dagingnya. Di dalam surga nanti tidak ada bujangan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tags: Ilmu | 0 comments
42 Hal yang Tidak diketahui Anak Tentang Ayahnya
Wednesday, June 22, 2011 | Irwan_Koq
1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
Tags: catatan, Ilmu | 0 comments
Sebuah Kado dari Ampera
Monday, April 18, 2011 | Irwan_Koq
Mungkin judulnya terasa aneh, tapi saya gak punya ide lain buat bikin judul, yang terlintas cuma itu "Sebuah Kado dari Ampera".
Bagi sebagian orang, merantau itu mungkin sesuatu yang mengasyikkan. Hidup sendiri di kota asing yang semuanya asing, bahasanya asing, watak orang-orangnya asing, tempatnya asing. Mungkin memang benar kata pepatah, "Dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung". Terkadang kesel menghadapi tingkah laku orang-orang di sekitar. Dan akhirnya terpaksa mengeluarkan tawa, hehehe, sekedar untuk menghargai yang melucu, meskipun sama sekali tidak lucu, yang ada malah bikin marah.
Tags: catatan | 6 comments
Cerita Hikmah
Wednesday, April 13, 2011 | Irwan_Koq
Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani.Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.
Tags: cerpen, Ilmu | 0 comments
Apakah aku sahabatmu ?
Monday, April 11, 2011 | Irwan_Koq
Menurut wikipedia Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Tapi saya kurang setuju dengan definisi dari wikipedia ini. Kata pepatah sahabat adalah cerminan diri kita. Jadi mungkin, siapa sahabat kita tergantung dari sifat kita.
Jadi kalau gitu nyari sahabat harus pilih-pilih dong??
Tidak, bukan bergitu maksudnya. Bukan berarti pilih-pilih, kita hanya akan merasakan ikatan sahabat dengan orang yang sifat dan tingkah lakunya kurang lebih sama dengan kita. Bergaul bisa dengan siapa saja, tapi menjalin dan merasakan ikatan persahabatan hanya bisa dengan orang-orang tertentu.