j

Debu Mahameru

Wednesday, October 3, 2012 | Irwan_Koq


















Kabut tipis pun turun di lembah kasih, lembah mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram

Meresapi belaian angin yang menjadi dingin


-Soe Hok Gie-



Kemaren abis dari Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan tinggi 3676 mdpl. Saat tiba di stasiun Malang, kami langsung dihadang sebuah gerobak yang bertuliskan Nasi Rawon, di Bandung gak ada nih yang kayak gini. Nasi rawonnya enak banget, meskipun gak dikasih minum, karena kita harus beli lagi minumnya, kirain dikasih gratis. Hadeuuuh.


nasi rawon nyam nyam
















Kenyang dah, lumayan buat sarapan sebelum mendaki Semeruuuuuu. Penjualnya kurang ramah, tidak seramah para pedagang di Bandung (orang sunda), padahal menurut pandangan saya orang Jawa adalah suku yang paling ramah se-Indonesia. Abis sarapan, kita nyarter angkot sampe ke tempat penjemputan Mobil off-road (saya lupa nama tempatnya apa, pokoknya disitu ada Alfamart, dan pengeteman mobil off-road), buat ngangkut kita menuju pos 1, yaitu Pos Ranupani.
Sesampainya di Ranupani, kita makan siang untuk menambah tenaga dalam melakukan perjalanan menuju Ranu Kumbolo. Sekitar jam 14.00, kita memulai perjalanan kembali menuju Ranu Kumbolo, perjalanan yang seharusnya bisa dimulai pukul 11.00, jadi ngaret karena ada caryl temen kami yang ketinggalan di Alfamart tadi, tapi untung sudah dititipkan ke mobil Jeep yang menuju Ranupani setelah kami.

Setelah melewati beberapa pos, sampailah kami di camp pertama, yaitu Ranu Kumbolo, sekitar jam 22.00. Disini sangat penuh oleh tenda-tenda camp, karena mungkin ini bertepatan dengan hari libur Lebaran.
Ranu kumbolo terlihat dari tanjakan Cinta
















Kita istirahat satu malam disini, sambil memulihkan tenaga. Keesokan harinya, sehabis sarapan dan lain-lain, kami melanjutkan perjalanan menuju Kalimati. Kalimati adalah batas pendakian terakhir yang diijinkan oleh TNBTS, karenanya TNBTS tidak bertanggung jawab kalo ada yang celaka di pos-pos setelah Kalimati. Kami sampai di Kalimati sekitar pukul 13.00, perjalanan yang cukup melelahkan, bukan karena medan tapi karena Cuaca yang panas mencrang. Kami istirahat disini sampai nanti tengah malam, karena kami berencana melakukan Summit Attack pada malam hari pukul 12 malam.
Eidelweis boleh dipegang, jangan dibawa pulang
















Waktu menunjukkan pukul 23.30, kami bangun dan bersiap-siap untuk melakukan Summit Attack ke puncak Mahameru, cihuuuuyyyy. Rasanya seperti ini adalah perjuangan terakhir untuk sesuatu yang menjadi Puncak Tantangan dari pendakian ini, kita harus mengumpulkan semua semangat dan tenaga kita untuk perjalanan sekitar 5 jam ke depan. Perjalanan kami dimulai dengan do'a bersama-sama. Setelah itu, akhirnya kita berangkaaaaat.
Hahaneutan heula
Tutup mulut karena debunya pake banget


































Setelah melewati malam yang terasa saaaangat panjang, akhirnya kita berhasil mencapai puncak semeruuuuuuu, Alhamdulillaaah. Perjuangan kita selama kurang lebih 3 hari sudah mencapai puncaknya.





pemandangan yang luar biasa di Mahameru












Ada wedus gembel keluar












Narsis dikit
"Tribute for STAMPARA"








Sekian cerita perjalanan kami ke Semeru, semoga menginspirasi kita semua.
untuk foto-foto lengkapnya bisa di cek disini atau disini.


Turun Gunung
Tujuan akhir mendaki gunung adalah bukan mencapai puncak, tetapi untuk kembali ke rumah dengan selamat.

Tags: , | 0 comments

0 comments:

Post a Comment