Apakah aku sahabatmu ?
Monday, April 11, 2011 | Irwan_Koq
Menurut wikipedia Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Tapi saya kurang setuju dengan definisi dari wikipedia ini. Kata pepatah sahabat adalah cerminan diri kita. Jadi mungkin, siapa sahabat kita tergantung dari sifat kita.
Jadi kalau gitu nyari sahabat harus pilih-pilih dong??
Tidak, bukan bergitu maksudnya. Bukan berarti pilih-pilih, kita hanya akan merasakan ikatan sahabat dengan orang yang sifat dan tingkah lakunya kurang lebih sama dengan kita. Bergaul bisa dengan siapa saja, tapi menjalin dan merasakan ikatan persahabatan hanya bisa dengan orang-orang tertentu.
Teman-temanku pernah berpendapat, sahabat adalah orang yang mengalami sedih dan senang bersama-sama kita. Yup, itu mungkin terlihat seperti sepasang sahabat. Tapi diluar itu semua, hanya hati yang bisa mengikat.
"Aku menyayangimu sahabatku"
Adakah kalimat itu tertanam di hati kita?
Adakah kita bersedih ketika melihat sahabat kita kesusahan?
Adakah kita ikut berbahagia ketika dia bahagia? walaupun kita sendiri sedang sedih?
Apakah kita ikut marah ketika dia marah pada kita?
Apakah kita membenarkan ketika dia salah?
Apakah kita bersabar saat menghadapi tingkahnya yang membuat kita ingin menamparnya?
Apakah kita akan menemaninya saat dia menangis?
Sahabat jauh berbeda dengan kekasih. Mungkin kita tidak akan telpon-telponan dengan sahabat dari pagi sampai malam. Mungkin kita tidak akan selalu mengucapkan selamat tidur, selamat makan, ataupun yang lainnya kepada sahabat. Mungkin kita tidak akan memikirkan sahabat sepanjang hari. Tapi ketahuilah, ikatan sahabat jauh lebih murni dibanding kekasih. Karena sahabat murni dari hati, tidak tercampur nafsu birahi. Tidak peduli sejelek apa wajah sahabat kita, kita akan selalu ingin bermain dan bercanda dengannya. Tidak peduli dia punya harta atau tidak, kita selalu punya cara untuk bisa pesta bersama, walaupun cuma sekedar 1 bungkus nasi. Tidak peduli mau capek seperti apa pun, kita selalu punya cara untuk jalan-jalan bersama. Oh sahabat, begitu mulianya hubungan kita.
Hingga tiba saatnya bila waktu dan jarak memisahkan kedua sahabat. Apa yang terjadi dengan ikatan persahabatan itu? Itu semua tergantung pada seberapa kuat ikatan itu ada dalam hati kita.
Apakah ikatan itu hanya ada saat kita dekat saja?
Apakah ikatan itu hanya ada saat kita saling membutuhkan saja?
Kalau begitu, apakah rasa seperti itu bisa disebut sahabat?
Mungkin kalau seperti itu adanya, itu adalah teman, bukan sahabat. Dan teman hanya bisa menemani. Yup, hanya menemani. HANYA MENEMANI. SEBATAS MENEMANI.
Jadi, Apakah aku sahabatmu??
1 comments:
tak tahu menempe atuhhh :D
Post a Comment