j

First Letter of Love

Friday, August 10, 2012 | Irwan_Koq

Tahun 2002, Kelas 5 SD. Nama-nama yg tertera di bawah sudah disamarkan demi kepentingan pribadi.

Kami dibariskan sebelum masuk ruangan kelas, buat apa? buat periksa kuku, kalo ada kuku yang panjang langsung d jepret sama bu guru. Untung saja aku rajin potong kuku, jadi lolos dari razia di pagi hari itu. Hari ini pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), kami sekelas dibagi beberapa kelompok, dan tempat duduknya disesuaikan dengan teman satu kelompok. Dalam kelas kami ada kurang lebih 40 orang siswa, kami dibagi 5 kelompok dengan 1 kelompok beranggotakan 8 orang.

Salah satu temanku seorang gadis bernama Bunga, dia anak baru pindahan dari sekolah lain, anaknya cukup cantik meskipun lebih tinggi dari saya. Satu hal yang sering aku perhatikan dari dia, dia suka makan kwaci, tahu kan kwaci?!, yap, sejenis makanan ringan yang kalau dimakan satu kardus pun gak akan pernah kenyang. Dia suka makan kwaci sambil nongkrong di halaman sekolah waktu istirahat. Sementara aku suka jajan makanan lain.

Awalnya aku tidak punya ketertarikan sama dia, karena dengan yang umur yang masih bau kencur, yang belum terlalu faham masalah cinta, mau cantik luar biasa gimana pun aku gak peduli. Di sela-sela pelajaran kami sering bertatapan di kejauhan, dia tersenyum lalu aku balas senyumannya, entah siapa yang memulai menatap duluan, pokoknya waktu dia menatap ada perasaan aneh muncul di dalam benak, hhi. Mulai saat itu kami sering bertatap muka, walaupun kami jarang sekali mengobrol, ya mungkin karena aku terlalu pemalu untuk memulai obrolan sama dia.

Suatu hari di sekolah, temanku memanggil, "De, sini!!, si Bunga itu sebenernya suka sama kamu, kamu gimana??". Ngedenger temen ngomong kayak gitu, aku bingung mesti jawab apa, akhirnya aku bilang aku juga suka sama dia. "Terus?!", tanya temanku, "ya udah, aku pergi dulu ya!". Bisa kalian tebak abis gitu hubunganku sama Bunga gimana?!. Kita gak pacaran seperti kebanyakan orang pacaran jaman sekarang, akhirnya kita cuma kembali pada kebiasaan kita, yap, saling bertatap muka lalu tersenyum, tapi itu sudah cukup buatku.

Hari demi hari berlalu, dan kita kita cuma gitu-gitu aja. Akhirnya pada suatu hari aku melihat dia lagi maen bareng sama temenku yang cowok, si Dodi. Aku mulai merasa sedikit kesel, mungkin bahasa kerennya cemburu. Aku gak bisa berbuat banyak, aku cuma menulis surat buat dia yang kutitipkan ke temenku, di surat aku tanya sama Bunga tentang kedekatan dia sama Dodi. Aku tunggu surat balesannya dari dia yang dititipkan juga lewat temenku. Akhirnya dia ngebales suratku, kurang lebih isinya seperti ini:

Teruntuk : Irwan
di Tempat

Aku mau jelasin, sebenernya aku sama Dodi gak ada apa-apa, kita cuma temenan biasa kok. Iya, aku juga sama, aku juga suka sama kamu. Aku juga cinta sama kamu. I love you.

(dan ada sticker mawar hadiah permen karet di sebelah sini, haha)

dari


Bunga

Menerima balesan surat dari Bunga yang dimasukkan di amplop warna pink, yang isinya bener-bener bikin aku kelepek-kelepek. Sejak saat itu, kami sering tulis-menulis surat, bagiku waktu itu menyenangkan sekali. Surat Cintaku yang pertama itu aku jaga baik-baik, aku selalu menyimpannya di dompetku. Hingga kelas 2 SMP terkena razia, dan suratku diambil Bapak Guru dan tidak pernah dikembalikan, sayang sekali T_T.




Tags: | 0 comments

0 comments:

Post a Comment