dua puisi
Sunday, September 23, 2012 | Irwan_Koq
"Perjalanan"
Diantara jalan-jalan setapak
Kabut putih turun menghalangi langkah kami
Tapi rasanya
Semakin banyak kabut, semakin ingin menerobos
Udara dingin yang terhirup
Langkah kaki yang semakin lemah
Kabut putih terus berdatangan
Pohon-pohon seakan ikut menghadang
Aku tahu, aku tak boleh berhenti disini
"Rindu cahaya"
Cahaya hangat yang pernah ada
Menyinari sampai ke lubuk hati
Kini tak tahu dimana
Bagaikan cahaya lilin
Semakin lama semakin redup
Akankah aku kembali
Ke sudut ruangan yang gelap
Bila kau menjadi aku
Kau tak pernah tau
Air yang terus menetes ke atas batu
Terasa pedih
Lubang yang ditinggalkan di atas batu takkan bisa hilang
Aku hanya berserah diri
Tags: puisi | 0 comments
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment